Tidur adalah salah satu kebutuhan terpenting bagi tubuh dan jiwa kita, sekaligus merupakan nikmat dari Allah SWT yang tidak ternilai. Sayangnya tidak semua orang mengerti bagaimana cara tidur yang berkualitas tinggi seperti halnya Rasulullah
Tidur adalah salah satu kebutuhan terpenting bagi tubuh dan jiwa kita, sekaligus merupakan nikmat dari Allah SWT yang tidak ternilai. Sayangnya tidak semua orang mengerti bagaimana cara tidur yang berkualitas tinggi seperti halnya Rasulullah
Sang uswatun hasanah bukan hanya mencontohkan soal ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah saja. Segala aspek kehidupan, sebenarnya, telah dicontohkan dengan sebaik-baiknya oleh Rasulullah SAW. Berikut adalah cara hidup sehat Rasulullah SAW yang ane dapat dari blog:
http://cara-muhammad.com/perilaku/cara-hidup-sehat-rasulullah-saw/
yang membahas khusus tentang beliau (blog seperti ini belum banyak).
Banyak riwayat yang menyatakan bahwa Rasulullah SAW hanya pernah 2 kali sakit sepanjang 63 tahun hidupnya. Padahal saat itu, kondisi alam jazirah Arab sangat keras, ditambah lagi dengan aktivitas dakwah beliau yang sangat tinggi, dan banyaknya peperangan fisik yang dijalani. Daya tahan fisik dan mental beliau luar biasa. Ingin tahu bagaimana agar beliau
Keramahan watak yang disertai pribadi mulia merupakan 'wibawa' bagi seseorang. Kenapa begitu?
Keramahan bukanlah sesuatu yang membuat orang lemah, karena ramah harus tegas.
Tegas dalam artian tahu apa yang dikerjakanya dan tahu apa tujuanya.
Keramahan bukanlah sesuatu yang membuat orang lemah, karena ramah harus tegas.
Tegas dalam artian tahu apa yang dikerjakanya dan tahu apa tujuanya.
Keramahan bukanlah sesuatu yang
pantas ditindas atau dikasihani,
karena orang yang ditindas dan dikasihani
selalu meminta tolong pada orang-orang yang ramah.
Keramahan adalah indah.
Karena
sifat ramah membawa seseorang manjadi dekat dengan lingkungan dan masyarakat,
membawa mereka ke dalam atmosfer yang diselimuti empati dan cinta.
Keramahan adalah cerdas,
karena
dapat memanfaatkan potensi dirinya menjadi berguna bagi orang lain.
Pemimpin kita sepanjang zaman, Nabi
Muhammad SAW, adalah pribadi yang ramah. Beliau sangat mengedepankan kelembutan
hati dalam mengajak umat kepada kebenaran. Bahkan kepada orang kafir sekalipun,
yang seringkali mereka mencaci maki, menzalimi, bahkan menyakiti
beliau, Rasulullah SAW hanya mendo’akan mereka, agar segera mendapat hidayah
Allah SWT.
Rasul tidak mendo’akan azab.
Padahal, do’a beliau sangatlah
mustajab. Pantaslah bila banyak orang dari berbagai kalangan, mulai dari budak
sampai raja, yang tertarik dengan akhlak luhur beliau. Sehingga mereka segera
menyatakan syahadat dan menjadi mujahid-mujahidah Islam yang semakin
memperkokoh dinding kejayaan Islam.
Sang uswatun hasanah pun telah
mencontohkan da’wah yang fleksibel dan penuh kelembutan, menyentuh hati para
pengikutnya. Akhlak beliau yang indah membuat umat, bahkan non-muslim
sekalipun, segan dan menghormati beliau.
Inilah wibawa yang dibentuk ala Rasulullah.
Apakah kita bisa menjadi pribadi berwibawa?
Menjadi orang yang ramah, di tengah pergolakan zaman, di mana etika dalam bermasyarakat dan pergaulan semakin melenceng jauh,
apakah
kita siap melawan arus?
Apakah kita siap membangkitkan dan
menyatukan hati nurani kita bersama?
Ini bukan pilihan ataupun tawaran.
Ini adalah tantangan sekaligus realita yang harus dihadapi setiap insan manusia
untuk meraih keselamatan dunia dan akhirat.
Mari kita jawab tantangan dengan
semangat perubahan !
Mari menjadi orang ramah, agar dunia tak lagi resah !
Technorati Claim Code
FZJ422G5JRKY
Technorati Claim Code
FZJ422G5JRKY
Subscribe to:
Posts (Atom)

- Follow Us on Twitter!
- "Join Us on Facebook!
- RSS
Contact